PRESS RELEASE
Festival Film Bertema Agama dan Spiritual Terbesar di Dunia Digelar di Jakarta


Para juri International Film Festival for Spirituality, Religion, and Visionary (IFFSRV)


(Jakarta, 22/11) Festival Film Internasional kembali diselenggarakan di Jakarta. Kali ini, tema yang diusung adalah spirituality, religion, dan visionary . Sejak April 2013, ratusan sineas dari seluruh dunia mengikutkan film-film mereka untuk diseleksi. Damien Dematra, founder dan director International Film Festival for Spirituality, Religion, and Visionary (IFFSRV) mengatakan bahwa salah satu pertimbangan utama pemilihan film terbaik dalam festival ini merujuk pada tujuan festival yang antara lain adalah membangun hubungan sehat dan harmonis dalam masyarakat, dan komunikasi dengan Sang Khalik terlepas dari perbedaan jenis kelamin, agama, ras, dan status ekonomi.

Pada tahun pertama penyelenggaraan festival ini, selain mendapat dukungan penuh dari cinema XXI dan Russian Culture Center, IFFSRV juga menggandeng Universitas Mercu Buana sebagai partner penyelenggara. Menurut Wakil Rektor Universitas Mercu Buana, Ir. Dana Santoso, M.Eng.Sc, Ph.D, pada Opening Night (27/11) nanti, akan dilakukan Special Screening beberapa film karya anak bangsa yang berasal dari civitas academica Mercu Buana.

Selain Opening Night tanggal 27 November yang akan diadakan di Planet Hollywood, pada tanggal 28 November akan dilakukan Awarding Day, yaitu acara pemberian penghargaan pada para pemenang Festival yang akan diadakan di Universitas Mercu Buana. Penayangan film-film festival ini sendiri akan dilakukan selama seminggu sejak tanggal 29 November di Pusat Kebudayaan Rusia pukul 10 pagi hinggal 6 malam, tanpa dipungut bayaran. Sedangkan untuk juri final IFFSRV, terpilih tokoh-tokoh masyarakat yang pernah mengalami pengalaman spiritual, di antaranya Ibu Lily Wahid, Ageng Kiwi, Tiara Savitri, yang diketuai oleh Damien Dematra.

Sejalan dengan visi dan misi IFFSRV, pada penghujung acara Konferensi Pers, yang diadakan di Russian Culture Center tanggal 22 November ini dengan dipadati para tokoh masyarakat, seniman, dan kalangan artis ibukota, para artis Indonesia membuat sebuah deklarasi Gerakan Artis Indonesia Peduli (GAIP). Menurut penggagas GAIP, sutradara Damien Dematra dan penyanyi Ageng Kiwi, GAIP merupakan gerakan sosial (non-politis) dari artis-artis Indonesia untuk kepedulian sosial kepada yang membutuhkan. Artis-artis yang turut berpartisipasi di antaranya adalah Ageng Kiwi, Okie Agustina, Nafa Urbach, Sandy Tumiwa, Tessa K, Five V, Joe Richard, Indra Brugman, Adi Darma, Adi Wijaya, Novita Sari, Larry Niko, Candra Wahyu , Lia Srigala, Imam Dwisa, Liana Aprilia, Natasha Dematra, Lia Amelia, Pagitta Ross, Vina Yunita, Aditya Antika, dll.

Menurut Damien Dematra, secara bersamaan, dalam penyelenggaraan festival ini, hadir pula International Film Festival for Comedy, Romance, and Musical yang menggelar film-film pilihan bertema komedi, roman, dan musik dari berbagai belahan dunia.